Senin, 22 November 2010

HARAPAN DENGAN ADANYA TELEMATIKA SERVICE

Dengan adanya layanan telematika diharapkan kemudahan dalam pengaksesan informasi dapat menjadi lebih mudah, dengan memperbaiki konteks jaringan yang ada di Indonesia baik jaringan internet maupun jaringan telepon, dan juga perluasan jaringan GPS dalam penggunaan pencarian berbagai tempat pada layanan context aware. Kemudahan pengaksesannya pun harus diperhatikan terlebih di daerah terpencil dan di pedesaan. Sehingga para pemakai layanan telematika tercukupi kebutuhannya.

Diharapkan peningkatan pada keamanan terlebih dalam hal pengaksesan jaringan yang ada. Dikarenakan saat ini layanan keamanan pada telematika dirasa masih belum memadai. Terlebih dengan kurang adanya privasi dalam pengaksesan jaringan internet maupun telepon. Sehingga saya user merasa ruang privasinya tidak terpenuhi dalam menyimpan dan mendiskusikan hal-hal yang bersifat pribadi pada penggunaan telepon dan jaringan.

SYSTEM CONTEXT AWARE

Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan.

Karakteristik dari user, network, lingkungan itu disebut konteks. Namun informasi konteks sendiri menjadi kompleks dan heterogen sesuai jenis layanan yang akan didukung. Maka context awareness menjadi masalah yang besar dan menarik dalam pengembangan aplikasi, khususnya mobile, beberapa tahun ke depan.

Beberapa bagian yang lebih sederhana dari context awareness telah mulai dibangun. Misalnya LBS: location-based service. Misalnya, sewaktu user mencari keyword tertentu (pom bensin, kafe, ATM, dll), maka ia akan memperoleh hasil yang berbeda tergantung pada posisi user. Ini dapat mulai digabungkan dengan beberapa info dari user. Misalnya pom bensin atau kafe di dekat posisi user yang menerima pembayaran dengan ATM yang dimiliki user.

Layanan Context-Aware berupa :
- Layanan diagnostik kendaraan
- Asuransi kendaraan berdasarkan statistik mengemudi

sumber :

http://bluewarrior.wordpress.com/2009/11/28/layanan-context-aware-dan-event-base/

MANAGEMENT DATA TELEMATIKA

Pengertian Client-Server

Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

KARAKTERISTIK CLIENT-SERVER

Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas:

· Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda

· Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .

· Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.

· Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.

· Mix-and-match : tidak tergantung pada platform

· Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.

· Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan

· Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horisontal

· Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.

· Characteristics of a client

– Initiates requests

– Waits for and receives replies

– Usually connects to a small number of servers at one time

– Typically interacts directly with end-users using a graphical user interface

· Characteristics of a server

– Passive (slave)

– Waits for requests from clients

– Upon receipt of requests, processes them and then serves replies

– Usually accepts connections from a large number of clients

– Typically does not interact directly with end-users

KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER

· Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.

· Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.

· Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.

· Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit

· Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

KELEMAHAN CLIENT-SERVER

· Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload

– Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.

· Pada client-server, ada kemungkinan server fail.

– Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.


ARSITEKTUR CLIENT/SERVER

Ø Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC

Ø Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri

Ø Berbagi hardware atau software


ARSITEKTUR FILE SERVER

* Model pertama Client/Server

* Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation

* Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan

* Server bertindak sebagai file server

* File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut

* Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri

* DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server

* Aktivitas pada klien:

Ø Meminta data

Ø Meminta penguncian data

* Tanggapan dari klien :

Ø Memberikan data

* Mengunci data dan memberikan statusnya


BATASAN FILE SERVER

Ø Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan

Ø Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori

Ø Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus

Ø Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer

ARSITEKTUR DATABASE SERVER

Ø Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).

Ø Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.

Ø Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi

Ø Beban jaringan menjadi berkurang

Ø Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server

Ø Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture

APPLICATION ARCHITECTURES

* Two-tier architecture: Contoh – program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database

* Three-tier architecture: Contoh aplikasi berbasis Web


Arsitektur Three-Tier

Ø Melibatkan lapisan server yang lain selain lapisan database server

Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :

Ø Keluwesan teknologi

l Mudah untuk mengubah DBMS engine

l Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda

Ø Biaya jangka panjang yang rendah

l Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan

Ø Keunggulan kompetitif

Kemampuan untuk bereaksi thd perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi

Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam:

§ Web Statis dan Web Dinamis

Teknologi Web :

Ø Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :

1. Teknologi pada sisi klien (client-side technology)

2. Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien:

* Kontrol Active X

* Java applet

* Client-side script (JavaScript dan VBScript)

* DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :

Ø CGI

Ø FastCGI

Ø Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)

Ø Active Server Pages (ASP)

Ø Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets

Ø Server-side JavaScript

Ø PHP

sumber :

LINGKUNGAN KOMPUTASI

Komputasi dapat dijelaskan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini disebut dengan teori komputasi, yaitu suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, dan juga dikerjakan secara mental, dan terkadang dengan bantuan suatu tabel. Namun pada saat ini, umumnya komputasi dilakukan dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu.

Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.

Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut.

di bawah ini adalah beberapa lingkungan komputasi :

Lingkungan Komputasi

  • Industri Komputer
  • Sejarah dari Perhitungan
  • Komputer dan pendidikan
  • Komputer dan masyarakat
    • Kerja Kooperatif Didukung Komputer
  • Aspek hukum dari komputer
  • manajemen dari komputasi dan sistem informasi
  • personal komputer
  • Komputer dan Keamanan Informasi

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_komputer

KEBUTUHAN MIDDLEWARE

Integrasi hanya dapat terjadi jika antara berbagai mesin dan aplikasi yang berbeda-beda dapat saling bekerja sama (interoperate). Dalam hal ini, data yang disediakan oleh suatu subsistem harus dapat diakses juga oleh sistem lainnya. Dalam kasus kantor di atas, data customer sering harus dapat dibaca oleh bagiancustomer service dan akuntansi. Data hasil pengembangan perlu dapat dibaca oleh bagian manajemen. Hal ini semakin terasa ketika sistem tersebar menjadi semakin besar dan bervariasi. Di sinilah aplikasi middleware memegang peranan. Middleware adalah software yang d i rancang untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan memungki n k an aplik asi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan. Dengan bantuan middleware, data yang sama dapat digunakan oleh customer service, akuntansi, pengembangan, dan manajemen sesuai kebutuhan. Di sini middleware dapat berfungsi sebagai penerjemah informasi sehingga setiap aplikasi mendapatkan format data yang dapat mereka proses.

Pengertian Middleware adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP [1]. Middleware bisa juga disebut protokol. Protokol komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi. Software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah yaitu :

1. Software penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan juga sebagai integrator.
2. Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda.

1. Biasa dipakai saat bermigrasi.

Contoh Middleware yaitu :

1. Java’s: Remote Procedure Call.
2. Object Management Group’s: Common Object Request Broker Architecture(CORBA)
3. Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model).
4. Also .NET Remoting.

Layanan Middleware.
Menyediakan kumpulan fungsi API (Application Programming Interfaces) yang lebih tinggi daripada API yang disediakan sistem operasi dan layanan jaringan yang memungkinkan suatu aplikasi dapat :

1. Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada jaringan.
2. Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain.

1. Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa kehilangan fungsinya.

Contoh Layanan Middleware

1. Transaction Monitor
1. Produk pertama yang disebut middleware.
2. Menempati posisi antara permintaan dari program client dan database, untuk menyakinkan bahwa semua transaksi ke database terlayani dengan baik
3. Messaging Midleware
1. Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded.
2. Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke ujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat.
3. Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi

Contoh Layanan Midleware

1. Distributed Object Middleware.

Contoh : RPC, CORBA dan DCOM/COM

1. Middleware basis data

Contoh : menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi

1. Application Server Middleware

Contoh : J2EE Application Server, Oracle Application Server

Middleware di masa yang akan datang

Saat ini, hampir seluruh aplikasiterd istribusi dibangun denganmenggunakanmiddleware. Menurut IDC, sepanjang 2003, kebutuhan terhadap teknologimiddleware akan naik di berbagai segmen, termasuk juga Linux. Terlebih, Linux memiliki juga potensi untuk berkembang menjadi sistem operasi untukembedded systems. Dengan prediksi pasar embedded sytems mencapai $1.4 milliar di tahun 2006 dan laju pertumbuhan per tahun (CAGR) 18.6 persen (laporan IDC 2003), kebutuhan middleware sebagai penghubung beragam sistem akan meningkat. Masih menurut IDC, perkembangan segmen middlewareterbesar akan terjadidalam alat yang membantu system manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi permintaan akan integrasi aplikasi yang lebih baik. Linux, didukung oleh bermacam produk middleware, memberikan pilihan sistem operasi dan middleware yang stabil, dengan harga yang bersaing.



sumber : http://isachubby.wordpress.com/2009/12/09/8-middleware/

Sabtu, 13 November 2010

Rancangan Halaman Muka (Interface) Telematika




Storyboard merupakan gambaran singkat tentang isi animasi yang akan dibuat. Sebelum seorang animator mengerjakan atau membuat animasi ke dalam komputer, biasanya animator tersebut membuat storyboard terlebih dahulu. Storyboard digunakan sebagai panduan bagi para animator agar jalan cerita dalam animasi yang akan dibuat tidak menyimpang dari ide dasar yang telah direncanakan.
Storyboard disusun secara berurutan dari layer demi layer. Pada storyboard selalu digambarkan rekaan dalam tampilan akhir yang diinginkan juga dituliskan penjelasan dan spesifikasi dari tiap layer.

Jumat, 12 November 2010

Apa yang mahasiswa dapat dari Telematika

Keuntungan dari telematika bagi masyarakat antara lain dunia pemerintahan, perdagangan, kesehatan dan pendidikan, bisnis, dan industri yaitu antara lain:

- Pada bidang pemerintahan (E-government) dapat meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat secara lebih mudah.
- Pada bidang E-commerce, perekonomian nasional yang ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi internet. Sehingga Indonesia tidak ketinggalan lagi dalam booming perdagangan elektronik (E-commerce).
- Pada bidang kesehatan (E-medicine) dan bidang pendidikan (E-learning) yaitu secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas tentang informasi kesehatan dan pendidikan.
- Pada bisnis (E-business) yaitu secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam versifikasi kebutuhan.
- Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
- Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan.


sumber: http://www.redzcarpet.co.cc/2010/10/telematika-dalam-berbagai-bidang.html
http://sulimah-mhiyu.blogspot.com/2010/10/telematika.html

Perkembangan Telematika di Indonesia dengan di luar Indonesia

Perkembangan telematika di Indonesia itu secara bertahap-tahap mulai dari adanya periode rintisan, periode pengenalan sampai periode aplikasi. Secara singkatnya saya akan menjelaskan sedikit perkembangan telematika di Indonesia yang nanti akan terlihat bagaimana dengan perkembangan di Internasional.

Pada periode Pengenalan penggunaan telematika sudah banyak digunakan seperti untuk radio-radio amatir dan sudah mulainya Internet masuk di Indonesia. Pada Periode Aplikasi periode yang sangat dibebaskan sehingga banyak menimbulkan pembajakan-pembajakan.
Perbedaan yang terlihat pada kutipan diatas yang saya rangkum secara singkat bahwa, perkembangan telematika di Indonesia itu lambat dibandingkan perkembangan internasional, seperti penggunaan internet di Amerika dan di Indonesia baru menggunakan mailinglist untuk kirim pesan. Indonesia itu tidak mampu membuat perkembangan sendiri hanya bisa mengembangkan perkembangan milik luar negri, dan Indonesia mudah disusupi oleh pihak luar, terbukti dengan masuknya Internet ke Indonesia baru indonesia membuat perkembangan lebih lanjut. Perkembangan sangat pesat dan beraneka ragam di luar (Internasional) dibandingkan dengan perkembangan di Indonesia yang kurang pesat dan hanya beberapa saja yang merasa membutuhkan perkembangan itu dan bagi yang tidak membutuhkan tidak ingin memperlajarinya dan membantu pengembangan tersebut. Masuknya aplikasi-aplikasi pada periode aplikasi di Indonesia dengan kebiasaan orang indonesia yang tak mampu membuat originalitas dan hanya bisa menyontek perkembangan Internasional dengan maraknya pembajakan, seperti pembajakan aplikasi seperti Hp ilegal, dan alat komunikasi lainnya yang sangat mudah diperoleh bahkan dipinggir jalan atau kios-kios dengan harga murah.

Saya dapat menarik kesimpulan bahwa Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya. Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Untuk perkembangan telematika diluar sangatlah pesat dan terus menerus melakukan perubahan dan perkembangan bahkan mampu membuat terobosan baru untuk kebutuhan rakyatnya dan selanjutnya di sebarkan ke berbagai wilayah bahkan ke Indonesia sekalipun. Perkembangan telematika di indonesia hanya dapat menerima pengaruh-pengaruh yang diciptakan pihak luar dan membuat Indonesia tertarik karena kekurangan yang dimiliki Indonesia.

Sumber: http://www.scribd.com/doc/9966434/perkembangan-Telematika-Di-Indonesia

Speech Recognition

Pengenalan ucapan atau pengenalan wicara—dalam istilah bahasa Inggrisnya, automatic speech recognition (ASR)—adalah suatu pengembangan teknik dan sistem yang memungkinkan komputer untuk menerima masukan berupa kata yang diucapkan. Teknologi ini memungkinkan suatu perangkat untuk mengenali dan memahami kata-kata yang diucapkan dengan cara digitalisasi kata dan mencocokkan sinyal digital tersebut dengan suatu pola tertentu yang tersimpan dalam suatu perangkat. Kata-kata yang diucapkan diubah bentuknya menjadi sinyal digital dengan cara mengubah gelombang suara menjadi sekumpulan angka yang kemudian disesuaikan dengan kode-kode tertentu untuk mengidentifikasikan kata-kata tersebut. Hasil dari identifikasi kata yang diucapkan dapat ditampilkan dalam bentuk tulisan atau dapat dibaca oleh perangkat teknologi sebagai sebuah komando untuk melakukan suatu pekerjaan, misalnya penekanan tombol pada telepon genggam yang dilakukan secara otomatis dengan komando suara.
Alat pengenal ucapan, yang sering disebut dengan speech recognizer, membutuhkan sampel kata sebenarnya yang diucapkan dari pengguna. Sampel kata akan didigitalisasi, disimpan dalam komputer, dan kemudian digunakan sebagai basis data dalam mencocokkan kata yang diucapkan selanjutnya. Sebagian besar alat pengenal ucapan sifatnya masih tergantung kepada pengeras suara. Alat ini hanya dapat mengenal kata yang diucapkan dari satu atau dua orang saja dan hanya bisa mengenal kata-kata terpisah, yaitu kata-kata yang dalam penyampaiannya terdapat jeda antar kata. Hanya sebagian kecil dari peralatan yang menggunakan teknologi ini yang sifatnya tidak tergantung pada pengeras suara. Alat ini sudah dapat mengenal kata yang diucapkan oleh banyak orang dan juga dapat mengenal kata-kata kontinu, atau kata-kata yang dalam penyampaiannya tidak terdapat jeda antar kata.
Pengenalan ucapan dalam perkembangan teknologinya merupakan bagian dari pengenalan suara (proses identifikasi seseorang berdasarkan suaranya). Pengenalan suara sendiri terbagi menjadi dua, yaitu pengenalan pengguna (identifikasi suara berdasarkan orang yang berbicara) dan pengenalan ucapan (identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan).

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pengenalan_ucapan

Speech Synthesis

Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan berdasarkan diskusi manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer, dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) ialah sistem yang merubah bahasa normal menjadi bahasa pembicaraan.

Pidato buatan dapat dibuat dengan potongan-potongan concatenating pidato yang direkam disimpan dalam database. Sistem berbeda dalam ukuran pidato yang disimpan, dan sebuah sistem yang menyimpan telepon memberikan rentang output terbesar, tetapi mungkin tidak begitu jelas.
Untuk keperluan khusus domain, yang bertugas menyimpan seluruh kata-kata atau kalimat memungkinkan untuk menghasilkan output yang berkualitas tinggi.
Synthesizer dapat menggabungkan sebuah model dari sistem vokal dan karakteristik suara manusia lain untuk membuat yang benar-benar “sintetik” dan mendapatkan output suara. Kualitas synthesizer pidato dinilai oleh kesamaan dengan suara manusia dan kemampuannya untuk dipahami. semua dimengerti text-to-speech program yang memungkinkan orang-orang dengan gangguan visual atau membaca untuk mendengarkan karya-karya tulis di komputer rumah. Banyak sistem operasi komputer yang memungkinkan terdapat alat bicara sejak awal 1980-an.

A text-to-speech system (atau “mesin”) terdiri dari dua bagian yaitu front-end dan back-end.
Front-end memiliki dua tugas utama. Diantaranya mengubah teks mentah berisi simbol seperti angka dan singkatan menjadi setara dengan penulisan kata perkata. Proses ini sering disebut normalisasi teks, pra-pengolahan, atau tokenization. Front-end kemudian menetapkan transkripsi fonetikuntuk setiap kata, dan membagi dan menandai teks ke prosodic unit seperti frase dan kalimat. Proses transkripsi fonetik untuk menetapkan kata-kata ini disebut teks-ke-fonem atau grafem-ke-fonem konversi. Fonetis transkripsi dan informasi ilmu persajakan bersama-sama membentuk representasi simbolik yang linguistik output dengan front-end. Back-end-sering disebut sebagai synthesizer-maka mengubah representasi linguistik simbolik menjadi suara.

Sumber:
http://zainuliman.blogspot.com/2009/11/fitur-pada-antarmuka-telematika.html

http://www.fun2be.co.cc/2010/10/speech-synthesis-tulisan-minggu-1.html

Audio Data

Sebuah metode browsing jaringan disediakan untuk browsing video / audio data yang ditembak oleh sebuah IP kamera. Jaringan video / audio metode browsing sesuai mencakup langkah-langkah dari: (i) menjalankan sebuah program aplikasi komputer lokal untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP, (ii) transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS ( Dynamic Domain Name Server) oleh program aplikasi, (iii) mendapatkan kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IP kamera dan kontrol kamera IP melalui kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi dan (iv) kopel ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video / audio data yang ditembak oleh kamera IP, di mana server layanan menangkap video / audio data yang ditembak oleh kamera IP melalui Internet.
Penemuan berkaitan dengan sistem dan metode untuk browsing video / audio data, lebih khusus ke jaringan vide / audio sistem browsing dan metode yang akan diatur dalam sebuah IP kamera (juga disebut sebagai kamera jaringan) untuk browsing video / audio data yang ditembak oleh kamera IP.
Sebagai kemajuan teknologi jaringan, semakin banyak diterapkan jaringan produk yang dibuat-buat terus-menerus. Salah satu yang paling umum diterapkan jaringan yang dikenal adalah produk kamera IP, yang dapat menampilkan isi (video / audio data) melalui Internet. Kamera IP biasanya terhubung ke jaringan melalui router, dan memiliki sebuah IP (Internet Protocol) address setelah operasi sambungan.
Jaringan video / audio sistem browsing penemuan yang sekarang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditembak oleh sebuah IP kamera. Sistem penjelajahan termasuk DDNS (Dynamic Domain Name Server), sebuah IP kamera disimpan dengan kode identifikasi, sebuah layanan server, sebuah komputer lokal dan setidaknya satu client. Masing-masing item sebelumnya terhubung ke Internet.
Sumber :
http://anaksalendu.wordpress.com/2009/11/29/browsing-audio-data-speech-recognitionspeech-synthesis/

Computer Vision

Computer Vision

Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari kamera ganda, atau multi-dimensi data dari scanner medis.
Sebagai disiplin teknologi, visi komputer berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem visi komputer. Contoh aplikasi dari visi komputer mencakup sistem untuk:
 Pengendalian proses (misalnya, sebuah robot industri atau kendaraan otonom).
 Mendeteksi peristiwa (misalnya, untuk pengawasan visual atau orang menghitung).
 Mengorganisir informasi (misalnya, untuk pengindeksan database foto dan gambar urutan).
 Modeling benda atau lingkungan (misalnya, inspeksi industri, analisis citra medis atau model topografi).
 Interaksi (misalnya, sebagai input ke perangkat untuk interaksi manusia dan komputer).

Sumber: http://en.wikipedia.org/

Minggu, 10 Oktober 2010

PERKEMBANGAN PENERAPAN TELEMATIKA DI INDONESIA

Di zaman pra-sejarah, manusia mengkomunikasikan pikiran, pengetahuan, dan gagasannya ke lingkungan sosialnya secara verbal. Dan dalam beberapa kasus, dengan menggunakan simbol-simbol material berupa ukiran pada batu, dinding gua, dan lain sebagainya. Komunikasi tertulis yang mula-mula dikembangkan memungkinkan informasi untuk disimpan dan dibaca oleh orang-orang lain di waktu-waktu kemudian. Penyimpanan dan pengalihan informasi melalui teknologi umumnya berlangsung secara lamban, mahal, dan membutuhkan banyak tenaga.

Dengan ditemukannya teknologi cetak ( printing technology ), informasi dapat dialihkan ke lebih banyak orang, di wilayah yang lebih luas, dan dengan biaya yang lebih murah. Di peralihan millennium sekarang ini, perkembangan media elektronik, mencakup radio, televise, dan telepon, telah memungkinkan penurunan waktu pengalihan informasi secara dramatik.

Jarak geografis kini tidak lagi menjadi penghalang dalam proses komunikasi dan pertukaran informasi. Biaya penyimpanan dan pengantaran informasi secara elektronik kini telah semakin banyak ditentukan oleh kebijakan public, ketimbang oleh faktor-faktor teknikal semata. Misalnya, harga pusa telepon lebih terkait dengan kebijakan regulasi public dari pada harga actual yang dibutuhkannya.

Komputer-komputer digital dan media penyimpanan informasi berskala besar dan missal telah memungkinkan terwujudnya basis data dengan kemampuan untuk memproses dan memanipulasi informasi. Tidak dengan informasi tertulis, data yang tersimpan secara elektronik ini ‘ tak tampak ‘ bagi mata biasa, kecuali bagi perangkat keras dan lunak untuk melakukan decoding ( seperti komputer dengan kartu baca magnetic ).

Teknologi pemrosesan data secara elektronik ini bersama dengan teknologi komputer digital telah menghasilkan sebuah aliansi sinergis baru yang dikenal luas sebagai teknologi informasi, atau Teknologi Telematika. Ruang , waktu, dan biaya secara berangsur-angsur direduksi melalui aplikasi-aplikasi tekonologi komputer, penyimpanan missal, dan transmisi elektronikal dan optial.

Pengontrolan informasi dalam rangka teknologi seperti ini menjadi lebih terdistribusi ketimbang sebelumnya. Dan peranan-peranan pemerintah, agen-agen komersial, pengusaha-pengusaha swasta menjadi lebih sulit untuk dimengerti.

Sehubungan dengan uraian terebut di atas tentang telematika, maka kami akan membahas Perkembangan Telematika di Indonesia.

A. Pengertian Telematika

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm)
Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna ( Miarso, 2007 ).

Pada praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu ( konvergensi ). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.

Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem computer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm).

Menurut instruksi presiden RI no.6 tahun 2001 tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut : “……. Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika…”.
(http://www.indonesia.go.id/id/produk_uu/isi/inpres2001/ip%206-2001%20lamp.html).

Alfin Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika , kini populer dengan nama telematika (Yuliar,2007).

Menurut Yusuf Hadi Miarso ( 2007 ) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary ( digital ). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel ( gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya ). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary ( digital ). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT = Information and Communication Technology ) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.

Jadi , dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.

B. Fungsi Telematika

Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :

1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.

2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.

C. Perkembangan Telematika Di Indonesia

Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.

Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.

1. Masa Pra-Satelit

Radio dan Telepon

Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat.

Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.

Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.

Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.

Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.

Televisi

Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.

Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9x11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo.

Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya.

Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise.
Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.

2. Masa Satelit

Satelit Domestik Palapa

Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication).

Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI.

Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi.

Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.

Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah.

Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.

Dampak Setelah Adanya Satelit Palapa

Dengan semakin bergantungnya Indonesia pada teknologi satelit, muncullah sejumlah perusahaan yang bergerak dalam produksi perlengkapan terkait, seperti RFC (milik Iskandar Alisjahbana), LEN (milik Kayatmo), PT. INTI. Setelah periode itu, aspek bisnis di dunia telekomunikasi mencuat. Inovasi lebih banyak terjadi pada penyediaan layanan, sementara pengembangan teknologi untuk komponen berkurang.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun 1988 membuat kebutuhan telekomunikasi melonjak secara drastis. Untuk memenuhi kebutuhan telepon yang melonjak, disadari pemerintah perlunya perubahan regulasi, yang kemudian membuahkan UU no. 3 tahun 1989 tentang pengertian telekomunikasi yang diperluas hingga mencakup alat pengiriman data seperti facsimile dan telex, dan lain-lainnya.

Sebelum lahirnya UU ini, Telkom dan Indosat disebut sebagai badan penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan seluruh jejaring dan layanan jasa. Dampak positif dari berlakunya UU tersebut adalah mulai masuknya pihak-pihak swasta dengan modal yang besar, walaupun dalam skala usaha yang terbatas.

Mereka datang dengan membawa teknologi baru, tenaga ahli, manajemen yang baru. Ini semua kemudian menciptakan iklim usaha yang baru dalam penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia. Dengan terlibatnya pihak asing dalam pengadaan dana, teknologi dan menejemen, perkembangan teknologi telekomunikasi berkembang dengan pesat. Hal ini terjadi sekitar tahun 1990-an dan dampaknya terlihat mulai tahun 1991 khususnya terlihat jelas bahwa jangkauan telekomunikasi di Indonesia menjadi bertambah luas.

Perkembangan teknologipun berkembang pesat, mulai dari pesawat telepon manual ke otomatis, dan dari analog menjadi digital. Pada gilirannya perkembangan ini menuntut adanya pengaturan infrastruktur dan standarisasi peralatan. Tak lama kemudian masuklah teknologi mobile-telecommunication.

Berkembanglah pemakaian handphone yang bardampak tumbuhnya usaha-usaha yang tidak hanya menyediakan layanan atau jejaring saja, melainkan juga membangun pabrik-pabrik dalam upaya pemenuhan kebutuhan akan kabel. Menarik untuk dicatat bahwa di era serbuan bisnis telekomunikasi itu, ternyata kaidah dan aturan bisnis professional tidak sepenuhnya diikuti.

Sementara itu faktor politik tampaknya justru mengambil peranan penting. Kala itu terjadi campur tangan bisnis dari “Keluarga Cendana” yang mengambil peranan sebagai mitra bisnis PT Telkom dan Indosat yang kemudian diikuti oleh krono-kroni mereka seperti Liem Sio Liong melalui “Sinar Mas”- nya dan lain-lain. Di era emas telekomunikasi itu, tumbuh dorongan kuat agar Bank Indonesia membuka pintunya lebar-lebar bagi pihak swasta asing.

Bahkan mereka menginginkan adanya privatisasi Telkom dan Indosat dalam penyelenggaraannya. Dampak dari dorongan ini mencuatnya pandangan bahwa regulasi yang ada sudah tidak memadai lagi. Di sekitar tahun 1996, mulailah disusun rencana untuk meninjau kembali UU No. 3 tahun 1989.

Beberapa hal yang diperhatikan dalam review ini adalah :

1. Perkembangan teknologi tahun 1995-1996 itu berbeda sekali dengan di tahun 1990. ini terutama terjadi akibat konvergensi teknologi, sebagai fungsi dari berbagai jenis jasa berubah dan timbul jasa-jasa baru yang perlu diakomodasikan. Konvergensi teknologi bahkan memungkinkan teknologi dipadu dengan broadcasting, sehingga timbullah telematika, teleinformatika, teknologi informasi dan lain-lain yang menuntut kebijakan dan peraturan yang baru.

2. Perkembangan teknologi informasi dan broadcasting itu ternyata tidak hanya berpengaruh pada masalah politik, dalam artian berita, tetapi juga iklan yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Lebih jauh lagi dengan berkembangannya telebanking, telekumunikasi sebelumnya dilihat hanya sebagai public utility, kini berubah menjad bisnis opportunity.

3. Globalisasi ekonomi menciptakan suasana kompetisi yang semakin ketat. Ini menuntut penyelenggaraan telekomunikasi dengan kualitas layanan yang semakin tinggi.
Setelah satelit Palapa mengorbit, jangkauan telekomunikasi Indonesia bisa meliputi seluruh nusantara, dan bahkan ke luar wilayah nusantara. Satelit telekomunikas itu kemudian bisa dimanfaatkan bukan untuk telepon tetapi juga untuk berbagai macam keperluan lain seperti, pengiriman facsimile, telex, dan pengiriman berbagai informasi dalam bentuk lain termasuk broadcasting. Setelah perkembangan itu semua terwujud, masyarakat melihat pentingnya peranan telekomunikasi bagi kehidupan suatu bangsa.

Nusantara 21

Perkembangan satelit dipacu lebih lanjut dengan diresmikannya “Nusantara 21” (N21) oleh presiden RI pada tanggal 27 Desember 1996. Menggelindingnya N21 menjadi masukan utama untuk pembentukan Tim koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) melalui Kepres No. 30 tahun 1997. Tugas TKTI menurut Inpres No.6 tahun 2001 tentang pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia adalah :

(1) Mengkoordinasikan perencanaan dan memelopori program aksi dan inisiatif untuk meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika Indonesia serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya,

(2) Memperkuat kemampuan menggalang sumber daya yang ada di Indonesia guna mendukung keberhasilan pelaksanaan semua arah pengembangan dan pendayagunaan teknologi telematika, melaksanakan forum untuk membangun consensus antar pihak-pihak terkait di sector pemerintah dan swasta, serta akses mengakses pengalaman internasional dalam mengembangkan sistem infrastruktur infomasi nasional.

Tim ini diketuai oleh Menko Produksi Industri Strategis (Ginanjar Kartasasmita), wakil ketua Menparpostel, beranggotakan tujuh menteri departemen (Menkeu, Menhankam, Menpen, Mendagri, Menperindag, Menaker, dan Mendikbud) serta lima menteri negara (Mensesneg, Menristek, MenPAN, Menivest, Men-PPN).

Visi N21 adalah menyediakan wahana berbasis teknologi telekomunikasi dan informatika nasional di dalam proses transformasi bangsa Indonesia dari masyarakat tradisional (traditional society) menjadi sebuah masyarakat yang berwawasan IPTEK dan berbasis pengetahuan (knowledge based society).

Konsep N21 merupakan jawaban atas tantangan globalisasi komunikasi dan informasi berupa jaringan komunikasi terpadu. N21 menggunakan kerangka pendekatan, antara lain, (a) Memanfaatkan semua teknologi yang dapat mendukung pembangunan di semua sektor; dan (b) membentuk suatu jaringan maya informasi atau adi marga informasi (virtual information network atau anformation superhighway) yang menghubungkan seluruh pelosok tanah air.

Dengan dikembangkannya N21 maka pada tahun 2000 atau memasuki abad 21 seluruh kecamatan di Indonesia akan mempunyai akses ke semua teknologi komunikasi dan computer (K-2) dalam suatu jaringan terpadu yang didukung oleh 11 sistem satelit komunikasi. Sekarang ini baru ada tiga sistem satelit yang beroperasi, yaitu PSN dengan Palapa 1. telkom dengan Palapa B4 dan B 2R, dan satelindo dengan Palapa C 1 dan C 2. Pengembangan infrastruktur fiik mengandung tiga kemungkinan penggunaan, yaitu : (1) Adiguna Marga Kepulauan (Archipelagic Super Highway), (2) Kota Multimedia (Multimedia Cities); dan (3) Nusantara Multimedia Community Acces Centers ( Pusat Akses Masyarakat Multimedia Nusantara).

Tim Koordinasi Telematika Nasional secara paripurna merumuskan cetk biru pengembangan telematika yang mencakup tiga kelompok utama, yaitu infastruktur, aplikasi, dan sumber daya.

1. Infrastruktur

Menurut Jonathan L.Parapak (Presiden komisaris PT.Indosat) dalam http://www.bogor.net, perkembangan infrastruktur ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kebijakan nasional sector telekomunikasi, regulasi sector, kondisi ekonomi makro, kemampuan para pelaku nasional. Pada tatanan kebijakan patut dicatat beberapa kemajuan yang sangat penting, antara lain diundangkannya UU tentang Telekomunikasi no. 36 tahun 1999 dan dikeluarkannya cetak biru kebijaksanaan tentang telekomunikasi di Indonesia tanggal 20 Juli 1999.

Pada tatanan regulasi telah dicapai beberapa perkembangan penting antara lain dimungkinkannya pern swasta dan masyarakat yang semakin tinggi dalam pengembangan regulasi yang telah terwujud dalam penetapan tariff dan interkoneksi standard, dan lain-lain. Pada tatanan penyelenggaraan kondisi monopoli dan duopoli yang masih menghambat peran swasta dan masyarakat lebih besar, keadaan ekonomi yang baru tumbuh sangat mempengaruhi daya beli masyarakat.

Dalam kondisi ini, kelihatannya sasaran pembangunan infrastuktur baik adimarga informasi, multimedia city akan mengalami penundaan. Namun demikian perlu dicatat bahwa PT.Telkom telah berupaya membangun lingkar-lingkar adimarga kepulauan dan infrastruktur multimedia di Jakarta. Infrastruktur informasi telah maju selangkah dengan beroperasinya satelit Telkom 1.

Salah satu aspek yang penting adalah pemanfaatan secara optimal infrastruktur yang ada. Tampaknya perlu dikembangkan kebijaksanaan baik pada tingkat pemerintah maupun pada tingkat penyelenggaraan agar investasi yang telah dilakukan dapat termanfaatkan dengan berdaya guna dan berhasil guna bagi berbagai komponen masyarakat, baik pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan maupun kegiatan bisnis.

2. Aplikasi Telematika

Aplikasi telematika Indonesia terfokus pada pemberdayaan aparatur negara, pemerkayaan hidup masyarakat (telemedik, telekarya, pendidikan), penciptaan daya saing bisnis (perbankan,pos,pariwisata,manfaktur), pembangunan informasi dasar dan aplikasi telematika perlu dilihat dari tatanan kebijakan, regulasi, dan penyelenggaraan yang di manfaatkan masyarakat.

Dari sudut pandang kebijakan tampaknya belum terasa perkembangan yang menonjol. Isu kelembagaan masih banyak diperbincangkan, UU yang terkait dengan atau tentang telematika (cyber law) masih jauh dari harapan. Beberapa aspek regulasi yang mendesak, misalnya pengaturan secure transaction, public ke infrastructure registration authority, electronic payment, certification authority masih belum dilaksanakan.

Namun, perhatian pada perlindungan hak kekayaan intelektual semakin tinggi dan upaya untuk memantapkan regulasi semakin mendapat perhatian dari berbagai pihak. Di lapangan dapat dicatat perkembangan yang menggembirakan dengan semakin meluasnya homepage, berkembangnya aplikasi seperti E-commerce, E-Banking, E-Brokerage, dan lain-lai.

Sektor pemerintah nampaknya berkembang lamban karena kendala keuangan dan sumber daya manusia. Beberapa kelompok usaha seperti PT. Telkom, Indosat, Lippo e nett, nampaknya semakin giat untuk mengejar ketertinggalan masyarakat kita di bidang aplikasi. Aplikasi seperti E-government, tele-education, telemedicine masih dalam taraf mula yang perlu di dorong berbagai pihak.

3. Sumber Daya Telematika

Dalam bidang sumber daya , diarahkan pada pengembangan SDM, industri dalam negeri, hukum dan perdagangan, serta kultur informasi. Secara umum dirasakan bahwa SDM di dalam negeri belum memenuhi harapan untuk berperan dalam pengembangan teknologi yang berubah begitu cepat.

Namun demikian, cukup banyak pula SDM Indonesia di bidang telematika yang bekerja di luar negeri termasuk di sentra-sentra keunggulan. Usaha berbagai pihak khusunya sector swasta, nampaknya cukup menggembirakan antara lain dikembangkannya cyber campus seperti ITB, UPH, dan lain-lain. Yang sangat memprihatinkan adalah pengembangan industri dalam negeri.

Walaupun berbagi konsep telah cukup lama di bicarakan seperti Hightech Park di Bandung, Serpong dan lain-lain sampai saat ini belum mencapai kemajuan berarti. Oleh karena itu perlu dikembangkan kebijaksanaan nasional untuk mendorong berkembangnya industri dalam negeri di bidang telematika antara lain sistem insentif.

Dalam mempromosikan visi N21, inisiasi perlu datang dari pemerintah. Namun secara bertahap dan interaktif, visi ini perlu mengakomodasi kebutuhan yang khas dari berbagai kelompok masyarakat maupun departemen. Untuk itu keterlibatan berbagai kelompokmasyarakat dalam merumuskan dan mewujudkan program-program telematika perlu ditumbuhkembangkan secara berangsur-angsur.

Hal ini pada gilirannya akan membatasi peranan pemerintah, khususnya dalam hal pengadaan dan pengelolaan kandungan informasi. Control informasi dari pemerintah justru dipandang sebagai faktor penghambat bagi upaya penyejahteraan masyarakat melalui jejaring telekomunikasi.

D. Peran Telematika

Berdasarkan perkembangan telematika tersebut diatas, telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain :

1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.

2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.


E. Pemanfaatan Telematika di Bidang Pendidikan

Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :

1. Perpustakaan Elektronik

Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

2. Surat Elektronik (email)

Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.

3. Ensiklopedia

Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.

4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )

Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.

5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System

Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.

6. Pengelolaan Sistem Informasi

Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.

7. Video Teleconference

Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.

Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.

F. Dampak Penggunaan Telematika

Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu :

1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.

G. Posisi Indonesia Dalam Bidang Telematika

Sejak AS, sebagai negara yang paling awal mempunyai inisiatif dalam pembangunan superhighways informasi, meluncurkan The National Infrastructure Information-nya pada tahun 1991, banyak negara industri lainnya mengikutinya. Bulan Februari 1996 Inggris dan Jerman memperkenalkan kebijakan-kebijakan superhighways informasi mereka, yaitu The Information Society Initiative di Inggris dan program The Info 2000 di Jerman.

Tak lama kemudian di tahun 1996, negara di Asia Tengah mengikutinya, seperti Filipina dengan Tiger, Malaysia dengan Multimedia Super Corridor (MSC) dan Singapura dengan Singapore-ONE. Dan di tahun 1997 Indonesia meluncurkan kebijakan superhighways informasi dengan nama Nusantara 21.

Beda antara Nusantara 21 dengan kebijakan superhighways informasi negara lain dapat dijelaskan oleh 4 hal yaitu :

a. Evolusi Teknologi

Teknologi terus berubah. Prakiraan perkembangan teknologi di masa mendatang sangat beragam. Di antara banyak negara tidak ada persetujuan mengenai kebutuhan untuk menghubungkan dengan kabel tempat-tempat paling jauh. Beberapa pakar berfikir bahwa teknologi wireless yang didukung oleh satelit dengan orbit rendah mungkin dapat mewujudkan komunikasi broadband dengan baik. Di Indonesia tampaknya terjadi evolusi teknologi yang unik. Mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar tinggal di pedesaan dan banyak yang buta huruf, sehingga tampaknya teknologi visual dan pembicaraan (speech) akan lebih mendapat tempat di masyarakat daripada teknologi informasi dengan tulisan (text).

b. Struktur pasar dan strategi industri

Para aktor strategi industri yang terlibat dalam pembuatan superhighways informasi tidak tergantung pada negara dimana mereka tinggal. Strategi-strategi dari para aktor utama dalam industri content juga menggambarkan ketidakpastian mengenai masa depan peralatan layanan informasi yang akan digunakan.

Karena tergantung struktur pasar, bisa jadi di masa depan strategi yang tepet berada dalam pilihan alternatif antara lain multimedia ( seperti CD-ROM, perangkat lunak PC dan piringan video digital) atau kabel (seperti TV kabel, telekomunikasi kabel dengan serat optic) atau jejaring telekomunikasi dari berbagai jenis teknologi telekomunikasi.

Di Indonesia struktur pasarnya cukup beragam, ada wilayah urban, suburbia, dan rural. Untuk urban semua alternatif seperti multimedia, kabel, jejaring, telekomunikasi dapat dipertimbangkan. Tetapi untuk daerah suburbia dan rural, tampaknya yang paling tepat adalah jejaring telekomunikasi dari berbagai teknologi yang sebelumnya telah ada dan tinggal mengalami beberapa penyempurnaan, oleh karena itu Nusantara 21 dipersiapkan mengadopsi jejaring telekomunikasi dari berbagai jenis teknologi telekomunikasi.

c. Penyusunan Institusional

Kebijakan – kebijakan superhighways informasi melibatkan berbagai badan atau agen pemerintah yang berkoordinasi secara fungsional, sektoral ataupun territorial. Dalam fungsinya, di AS atau Inggris, pemerintah tidak mengontrol seluruh proses kebijakan karena telah ada agen-agen regulasi independent. Secara sektoral, konflik dan persaingan institusional dapat terjadi di antara departemen pemerintah.

Di Indonesia yang berperan dalam N21 merupakan tim yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) yang melibatkan banyak menteri sesuai keppres 30 tahun 1997. Hal ini menunjukkan peran pemerintah Indonesia masih sangat besar dibandingkan peran swasta, masyarakat dan lain-lain. Adapula institusi yang lemah posisinya daripada TKTI, yaitu Kelompok Kerja Penyusunan Konsep Buku Nusantara 21 yang terdiri dari 14 kelompok yang terdiri dari wakil Telkom, Indosat, dan Universitas.

d. Akomodasi terhadap nilai – nilai nasional

Walaupun label “masyarakat informasi” yang sama digunakan di berbagai negara, visi sosial yang dikandungnya memiliki content local yang unik, yang berpijak pada nilai-nilai sosial dasar masing-masing masyarakat setiap negara. Di Indonesia, konsep superhighways informasi N21 tidak terlepas dari aspek Wawasan Nusantara yang heterogen dan Ketahanan Nasional, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, serta pertahanan keamanan, yang telah muncul sejak adanya konsep satelit.

Bahkan N21 sesungguhnya merupakan pemutakhiran dari Palapa, dengan tetap menggunakan pendekatan pada nilai-nilai yang mempersatukan nusantara. Selain itu, N21 tercakup juga dalam program Multimedia Asia (M2A), program yang bertujuan mempersatukan wlayah Asia melalui telematika.

e. Interaksi dengan kebijakan-kebijakan publik lainnya

Melalui tiga analisis yang umumnya dilakukan di semua negara (daya saing ekonomi, perbaikan kondisi sosial, liberalisasi telekomunikasi), juga analisis spesifik untuk masing- masing negara, kebijakan superhighways juga dihubungkan kepada kebijakan-kebijakan publik lainnya.

Di Indonesia, Nusantara 21 berkaitan dengan kebijakan – kebijakan mengenai daya saing ekonomi masyarakat Indonesia menghadapi pasar global, kebijakan pengurangan kesenjangan antara lapisan sosial ekonomi, kebijakan pertumbuhan industri nasional khususnya industri teknologi telekomunikasi, kebijakan perbaikan kondisi sosial masyarakat, kebijakan peningkatan pendidikan dan pengajaran serta kebijakan melestarikan kebudayaan nasional.

Sedangkan mengenai kebijakan liberalisasi telekomunikasi tampaknya tidak terlalu mendapat dukungan. Swasta dilibatkan tetapi masih terbatas. Tetapi yang tampaknya terpenting dan khas dari N21 adalah interaksinya dengan kebijakan persatuan dan kesatuan Indonesia dan pertahanan keamanan yang sangat kiat tidak lepas dari nilai-nilai Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional (Yuliar,2001).

Minggu, 26 September 2010

Pandangan Terhadap Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi yaitu: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data.
Sistem Informasi dapat berupa gabungan dari beberapa elemen teknologi berbasis komputer yang saling berinteraksi dan bekerja sama berdasarkan suatu prosedur kerja (aturan kerja) yang telah ditetapkan, dimana memproses dan mengolah data menjadi suatu bentuk informasi yang dapat digunakan dalam mendukung keputusan.

Sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi

Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna

Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai.

Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai.

Dari berbagai macam definisi mengenai sistem informasi, disini saya dapat menyimpulkan bahwa menurut pandangan saya sistem informasi adalah suatu sistem atau cara kerja, baik itu manusia secara mandiri ataupun dengan bantuan komputer yang bersama-sama mengolah suatu data yang pada akhirnya berujung pada informasi, yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Pandangan Terhadap Ilmu Komputer

Ilmu Komputer menurut saya adalah bidang pengetahuan yang mempelajari tentang segala yang berhubungan dengan komputer dan komputasi.
Mencakup keseluruhan, baik itu berupa perangkat keras, perangkat lunak, pemrograman pada komputer maupun rekayasa software dan hardware.

Biasanya pemrograman dan rekayasa perangkat lunak (software) lebih banyak ditekankan dalam ilmu komputer, yang sangat erat hubungannya dalam kemampuan komputer untuk membantu meringankan pekerjaan manusia.

Dari informasi yang saya dapatkan melalui internet, ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik.
Di dalamnya terdapat teoritika, eksperimen, dan pendesainan komponen, serta termasuk didalamnya hal-hal yang berhubungan dengan:
Teori-teori untuk memahami komputer device, program, dan sistem
Eksperimen untuk pengembangan dan pengetesan konsep
Metodologi desain, algoritma, dan tool untuk merealisasikannya
Metode analisa untuk melakukan pembuktian bahwa realisasi sudah sesuai dengan requirement yang diminta.

Ilmu Komputer juga mempelajari segala macam hal yang dapat dilakukan oleh beberapa program, maupun yang tidak dapat dilakukan, termasuk apakah program yang telah dibuat dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan yang diharapkan, atau terlebih lagi bersifat user friendly sehingga dapat memudahkan si pengguna untuk menggunakan program tersebut dengan lebih mudah dan efisien.

Rabu, 26 Mei 2010

jawaban kuis database terdistribusi vclass

1. Semua Pernyataan di bawah ini salah, kecuali :
JAWAB :
c. Pada replikasi data, saat data di- update setiap simpul harus di-update juga sehingga memerlukan
biaya besar dan koordinasi yang rutin.


2. Masalah-masalah yang timbul dari DDBS adalah berikut ini kecuali :
JAWAB :
c. Hasil yang diharapkan tidak optimal


3. Semua Pernyataan di bawah ini salah, kecuali :
JAWAB :
b. Front-end memelihara catalog yang terdistribusi dan pelaksanaan pendistribusian.


4. Semua Pernyataan di bawah ini benar, kecuali
JAWAB:
a. Pada partisi vertikal, setiap simpul mempunyai data yang lengkap, sehingga untuk mengakses data milik site lain tidak perlu penundaan.


5. Semua Pernyataan di bawah ini salah, kecuali
JAWAB:
c. Dalam distribusi processor horizontal, jika satu processor sibuk, maka pekerjaan lain dapat dipindahkan ke processor lain
yang menganggur yang paling dekat.


6. Semua Pernyataan di bawah ini salah, kecuali
JAWAB :
b. Application Processor harus menjamin integrity data pada multi site transaksi.


7. Berikut ini merupakan keuntungan Database Terdistribusi, kecuali
JAWAB :
a. Biaya pemeliharaan dalam komunikasi data kecil


8. Semua Pernyataan di bawah ini salah, kecuali :
JAWAB :
b. Dalam distribusi processor vertikal, pekerjaan yang memerlukan respons yang cepat, dikerjakan pada level rendah.


9. Pernyataan berikut di bawah ini benar, kecuali
JAWAB :
a. Pengontrolan distribusi mudah


10. Semua Pernyataan di bawah ini salah, kecuali :
JAWAB :
b. Data processor bertugas untuk mengecek integrity data pada lokal site

Minggu, 09 Mei 2010

Prancis

Prancis

Negeri Gaul

Negeri perancis terletak di benua Eropa. Negeri Prancis berbatasan dengan negeri Spanyol, Italia, Inggris, German, dan Swiss. Orang Romawi Kuno menyebut nenek moyang orang Prancis sebagai bangsa Gaul atau Galia. Bangsa Galia adalang bangsa Celt yang tinggal di Eropa daratan. Pada zaman dulu, bangsa yang tidak dijajah kekaisaran Romawi Kuno adalah bangsa Galia.

Negeri Asterik

Bangsa galia dikenal dunia melalui komik Asterix. Komik Asterik bercerita tentang orang galia mungil bernama Asterix. Orang Galia hobi makan. Asterix dan Obelix adakah pejuang yang melawan Romawi. Asterix dan Obelix menjadi kuat jika mereka memakan masakan yang dibuat Druid Panoramix. Komik Asterix ini juga dibuat dari data sejarah. Kampung Galia tempat tinggal Asterix menggambarkan daerah Brittany di Prancis.

Negeri Makanan

Seperti cerita Asterix, orang Prancis juga suka makan. Makanan sangat penting bagi orang Prancis. Meja makan harus indah, makanan harus dihias, harum, Enak, dan dimakan sambil menikmati musik atau pemandangan indah. Setiap desa punya cara masak yang khas. Misalny, masakan khas daerah Brittany adalah kue dadar atau crepes. Harga makanan di desa lebih mahal daripada di kota. Karena cara memasak makanan di desa perlu keterampilan khusus.

Negeri Keju

Orang Prancis paling pintar membuat keju. Ada bermacam2 keju di Prancis. Misalny, keju Camembert, Brie, atau Fromage. Orang Prancis punya aturan memakan keju, yaitu keju dimakan sebagai camilan sesudah makan besar. Keju Camembert hanya boleh dimakan setelah dikeluarkan beberapa jam dari penyimpanan. Tujuannya agar keju Camembert yang keqar jadi lembut dan lezat.

Negeri Anggur

Pada musim panas, pohon anggur liar berbuah lebat di hutan Prancis. Penduduk desa suka mengumpulkan buah anggur liar. Sayangnya, buah anggur liar terlalu asam. Buah anggur liar hanya cocok difermentasi jadi minuman anggur. Minuman fermentasi dari buah anggur disebut wine.

Pohon anggur juga ditanam di kebun-kebtn yang luas di Prancis. Biasanya perkebunan anggur milik para bangsawan. Kebun anggur banyak terdapat di daerah Bordeaux dan Champagne. Kebun anggur memiliki pabrik untuk untuk mengolah buah anggur menjadi wine.
Harimau sumatra

9 orang telah ditemukan dalam hutan Sumatera diterkam oleh Harimau Sumatra.

Kenapa Harimau yang hidup di hutan bisa menerkam manusia? Itu semua akibat ulah manusia yang merambah dan merusak hutan dengan semena-mena. Atau kemungkinan terjadi hal tersebut dikarenakan Harimau merasa kaget dan marah ketika bertemu manusia. Bisa juga, harimau itu kelaparan karena binatang yang menjadi mangsanya kini makim sulit didapat di dalam hutan yg semakin lama semakin sempit.

Kini,petugas dan penduduk sedang memburu harimau tersebut untuk dipindahkan kedalam hutan lain yaitu hutan yang masih lebat, tersedia banyak makanan, dan aman untuk berkembangbiak. Sebab, Harimau Sumatra (Panthera tigris Sumatraenis), termasuk satwa langka yang dilindungi oleh undang-undang.

Dulu, populasi Harimau Sumatra mencapai ribuan di pulau Sumatra. Mereka tersebar mulai dari aceh hingga lampung. Namun sekarang, jumlah mereka sudah jauh berkurang hingga hanya tinggal 500 ekor.

Harimau Sumatra adalah satu-satuny jenis harimau yang menjadi kekayaan dan kebanggaan Bangsa Indonesia, sebab 2 jenis harimau lain, yaitu Harimau Bali (Panthera tigris balica) telah dinyatakan punah pada tahun 1937 dan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) juga telah dinyatakan punah tahun 1980.

Jumat, 07 Mei 2010

tangisan bunda

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?".
Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak".
"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"
Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan"
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya- tanya, mengapa wanita menangis

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa- masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".
Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, berbaktilah, selagi masih ada waktu.....karena di kakinyalah kita menemukan surga.
RUMAH NIAS DI SIHAREO SAIWAHILI

Rumah-rumah adat nias bertiang kayu dan beratap rumbia berdiri megah di sebuah desa. Banyak dari rumah-rumah tersebut yang sudah berumur puluhan tahun. Beberapa dari rumah memiliki tugu-tugu batu, lambang status sosial dari pemiliknya.

Desa sihareo siwalahi, terletak dikecamatan Gunungsitoli barat, Nias. Didesa ini masi banyak terdapat beberapa rumah adat asli yang berumur puluhan tahun. Atapnya terbuat dari daun rumbia, sedangkan kayunya dari kayu alaman atau Manawa yang diukir. Tidak mudah untuk membuat ukirn diatas kayu dan membutuhkan cukup banyak waktu yang lama. Satu batang kayu bisa mencapai 4 hari untuk mengukirnya.

Bentuk rumah adat di desa sebelah utara dan selatan pulau Nias sangat berbeda. Disebelah utara pulau Nias, banyak rumah yang berbentuk oval sedangkan yang disebelah selatan banyak yang berbentuk kotak. Untuk masuk kedalam, digunakan tangga yang berada disamping rumah pada kebanyakan rumah yang berada di utara pulau Nias. Sedangkan bagi rumah yang berada di selatan, tangga untuk masuk kedalam rumah berada didalam. Selain itu, rumah-rumah adat di daerah utara biasanya memiliki jarak agak lebar satu sama lain. Berbeda dengan ynag disebelah selatan yang rumah-rumah adatnya berkelompok dan hamper berhimpitan.

Didepan rumah-rumah adat di pulau nias terdapat tugu batu yang berdiri dan memiliki bentuk dan tinggi yang berbeda-beda. Batu itu menndakan status sosial pemilik rumah. Semakin tinggi batu yang dimiliki, semakin tinggi pula status dari pemilik rumah tersebut. Keluarga bangsawanyang memiliki batu yang lebih tinggi. Untuk membangun batu yang berdiri itu tidak sembarangan, harus mengorbankan banyak babi yang disembelih.

Yang mengejutkan dari rumah-rumah adat di pulau Nias yaitu dibangun tanpa menggunakan paku sama sekali. Jalinan kayu-kayu yang rapih dan terstruktur membuat rumah berdiri kuat , walau tanpa paku.ciri khas yang lain dari rumah-rumah adat pulau Nias ini yaitu jendela diatap rumah yang bisa dibuka dan ditutup. Biasanya jendela yang terbuka difungsukan agar cahaya sinar matahari dapat masuk kedalam rumah dan perputaran udara lebih baik.

Mengolah sinar surya menjadi listrik

Mengolah sinar surya menjadi listrik

Sebenarnya bumi menerima energy listrik sebesar 164 watt setipa meter persegi. Jika energy ini dapat dilah menjadi listrik, kita akan mendapatkan 2 keuntungan yaitu dapat lebih berhemat dan mengrangi polusi.
Kerja sama Photon Electron.
Sinar matahari mengandung banyak unsur, salah satunya adalah photon. Photon membantu menghasilkan energi listrik. Photon yang jatuh bersama unsure-unsur matahari lainnya ditampung leh alat yang disebut sel surya. Jika sinar cukup kuat, phoyon dapat diserap sel surya dengan baik.
Photon diserap kedalam lapisan sel surya hingga menabrak elektronyang berada dalam panel surya. Ketika ditabrak, electron pun lepas dari tampatnya dan bergerak menjadi arus listrik. Panel surya biasanya diletakkan pada tempat yang paling banyak terkena sinar matahari, seperti atap atau halaman rumah. Panel surya diletakkan dengan posisi menghadap matahari. Arus listrik yang terjadi dengan cara seperti ini disebut arus searah. Arus searah yang dihasilkan sel surya tidak dapat langsung digunakan untuk member energy peralatan rumah tangga. Arus searah ini harus diubah menjadi arus blak balik. Ada alay khusus untuk mengubah arus ini, disebut inverter (pembaik). Dari sini, arus listrik lalu dialirkan kejaringan listrik di rumah. Setelah itu, listrik dapat disalurkan ke alat-alat rumah tangga seperti kulkas, lampu, pompa air, dan lainnya.

Rabu, 05 Mei 2010

Bau Hujan yang Khas

Bau hujan yang turun di musim kemarau sangat khas. Bau khas itu kadang dinamai bau tanah basah. Baunya mirip bau hutan yang segar. Asal-usul bau tanah basah ada bakteri yang hidup di tanah namanya bakteri Achaktinomisetes. Bakteri adalah makhluk hidup yang sangat kecil. Bakteri tidak dapat dilihat mata telanjang. Bakteri hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Bakteri hanya hidup jika ada air. Saat tidak ada air, bakteri berubah wujud menjadi spora, spora mirip kantong tidur bagi bakteri. Bakteri tidur nyenyak di dalam kantong spora. Bakteri baru bangun atau hidup lagi jika mendapatakan air. Karena ukuran bakteri super kecil, maka tetes air hujan mirip tendangan bola saat jatuh ke tanah. Begitu tetes air menimpa tanah, spora bakteri berhamburan di udara. Sebagian spora itu mengenai hidung manusia. Oleh karena itu hidung manusia mencium bau khas hujan. Itulah bau tanah basah. Jadi, bau tanah basah sebenarnya adalah bau bakteri Achaktinomisetes.

Sinopsis Buku NightMare Academy

Nighmare Academy bercerita tentang anak kecil yang jenius bernama Cahrlie. Charlie dapat membuka pinte para monster saat tidur. Itulah pintu dunia Nether. Berbagai monster ada di dunia Nether. Ada monster Barakhas, salah satu raja monster di nether. Badan Barakhas menjulang tinggi. Kukunya sepanjang pedang dan setajam silet. Monster-monster itu suka sembunyi di kolong tempat tidur. Buku ini merupakan buku yang dapat memancing imajinasi anak-anak yang menyukai kisah tentang monster yang penuh dengan ketegangan.

Yang Baik dan Buruk untuk Gigi

- Susu
Susu sangat baik untuk kesehatan dan pertumbuhan gigi, sebab susu banyak mengandung kalsium. Kalsium sangat berperan dalam pembentukan gigi, terutama pada bagian dentin. Jika kita kekurangan kalsium, maka pertumbuhan gigi menjadi tidak maksimal, akibatnya gigi menjadi cepat rusak.

- Buah dan Sayuran
Buah dan sayur sangat baik unutk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Karena sayur dan buah mengandung serat yang membantu produksi air liur yang akan menjaga kestabilan bakteri di rongga mulut.

- Makanan yang mengandung Gula
Makanan yang mengandung gula kurang baik untuk kesehatan gigi. Sisa gula yang menempel pada gigi akan menjadi bakteri, yang akan menghasilkan asam dan membuat gigi berlubang. Untuk mencegahnya dengan sikat gigi terutama setelah mengkonsumsi makanan manis.

- Makanan yang terlalu keras
Mengunyah makanan yang terlalu keras tidak baik untuk gigi kita. Jika dipaksakan, maka gigi akan cepat rapuh. Oleh karena itu, pilih makanan yang lebih lunak dan lebih mudah digigit sehingga tidak merusak gigi.

Rahasia Manusia Jadi Tua

Ilmuwan sangat ingin tahu apa yang menyebabkan manusia jadi tua dan mati. Berbagai penelitian dilakukan oleh ilmuwan biologi sel. Biologi sel adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup, khususnya tentang sel, kromosom dan gen. Sel adalah bagian terkecil dari tubuh. Sel hanya bias dilihat dengan mikroskop. Ternyata, sel memiliki bagian kecil bernama kromosom. Kromosom juga mempunyai bagian kecil lagi bernama gen. Ilmuwan menduga kromosom dan gen bertanggung jawab pada panjang pendeknya hidup manusia. Terutama deretan gen diujung kromosom. Deretan gen diujung kromosom disebut telomerase. Saat manusia masih muda, ukuran telomerasenya panjang. Saat manusia berusia 20 tahun, ternyata telomerase mulai jadi pendek. Semakin tua telomerase semakin pendek. Telomerase bertugas menyuruh sel membuat sel baru. Sel baru ini digunakan untuk mengganti sel rusak. Jika telomerase memendek maka perintah membuat sel baru menjadi berkurang.
Setiap hari telomerase terus memendek. Akibatnya, manusia menjadi keriput dan pikun saat usia tua. Jika telomerase habis, sel baru tidak dapat dibuat lagi. Maka, manusia jadi mati.

Februari, Bulan yang Unik

- Bulan tidak Penting
Kalender matahari yang sekarang kita gunakan, berasal dari kalender jaman romawi ratusan tahun sebelum masehi. Raja Romawi pertama, Romulus, membuat system kalender untuk menentukan waktu melakukan kegiatan keagamaan serta musim tanam dan panen.
Waktu itu, kalendeer dibuat berdasarkan perhitungan bulan dan bukan matahari. Awal tahun ditentukan bulan Maret dan akhir tahun pada Desember. Kemana Januari dan Februari?
Tidak ada. Januari dan Februari jatuh di musim dingin. Musim dingin tidak penting bagi pertanian.
- Bulan tidak disukai
Nama Februari diambil dari istilah latin Februum yang berarti penyucian. Ini berkaitan dengan upacar penyucian yang diadakan kaum romawi pada tanggal 15 Februari. Jumlah hari dalam setahun juga ditentukan 355 hari. Angka ini mendekati lama waktu peredaran bulan dalam setahun yaitu 354,5 hari. Awalnya, Januari dan Februari terdiri dari 28 hari. Namun, pada masa itu, jumlah ganjil menandakan sial.
- Bulan yang jumlah harinya tidak tetap
Sampai kini, Februari masih tetap dipertahnkan 28 hari. Hanya terkadang, jumlah hari dibulan ini disesuaikan. Paling tidak, 3 kali Februari diatur jumlah harinya. Pada masa ini pula muncul aturan tentang tahun kabisat, yaitu Februari menjadi 29 hari setiap 4 tahun sekali.

Kembang Sepatu

Asal mula nama kembang sepatu dikarenakan pada awalnya di India, Jamaika, dan beberapa Negara Afrika kembang depatu digunakan untuk menyemir sepatu.
Kembang sepatu mempunyai nama latin Hibicus Rosa-sinensis yang artinya mawar cina, karena kembang sepatu memang berasal dari cina dan juga dari Negara-negara Asia dan Pasifik.
Kembang sepatu termasuk jenis tumbuhan tropis dan sub tropis, karena kembang sepatu tidak tahan dingin.
Kelopak kembang sepatu biasanya berjumlah 5, lebarnya sekitar 10 cm sampai 12 cm. Ada juga yang sampai 20 cm. Kelopaknya memiliki beragam bentuk, ada yang seperti kincir angin, roda, jambul burung, cangkir dan lainnya.
Kelopaknya berwarna-warni seperti merah, pink, kuning, oranye, putih, dan krem. Uniknya dalam satu pohon warna bunganya bisa berbeda-beda.
Kembang sepatu menjadi bunga nasional di Hawai dan Malaysia. Di Malaysia kembang sepatu disebut bunga raya. Kelopaknya yang merah menyimbolkan keberanian orang Malaysia, dan kelopak kembang sepatu yang berjumlah 5 menyimbolkan rukun Negara yaitu pedoman Negara Malaysia.
Manusia memanfaatkan bunga, daun, dan akar kembang sepatu untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Misalnya, demam, sakit kepala, batuk, dan lainnya.

Hujan Ikan

Lamanjaru adalah sebuah kota padang pasir terpencil di Northern territory Australia. Penduduknya hanya berjumlah 669 jiwa. Pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret yang lalu, mereka dikejutkan oleh turunnya hujan yang aneh. Dalam hujan itu, bukan hanya air yang jatuh. Ribuan ikan Spanglet Perch ikut jatuh bersamaan dengan jatuhnya air. Sebagian dari ikan-ikan yang jatuh bersama hujan itu masih hidup, sebagian lagi sudah membeku. Mengapa itu bias terjadi?
Seorang ahli cuaca Ausralia, Mark Kers, menjelaskan peristiwa itu terjadi karena beberapa hari sebelum nyaterjadi badai. Badai itu menyedot ikan-ikan yang ada di sungai dan membawanya sampai di ketinggian 12-15 km. Beberapa hari kemudian, ikan-ikan itu baru bis terlepas dari badai dan jatuh di Lamanjaru. Padahal, jarak Lamanjaru dari sungai itu cukup jauh, sekitar 520 km.

Selasa, 04 Mei 2010

Cerita asal mula Pocahontas

Cerita Pocahontasmemang benar ada. Pocahontas adalah anak Indian yang berani dan pintar. Pada tahun 1607, orang Inggris dating ke benua Amerika. Mereka mendarat di daerah Werowocomoco yang kini berubah namanya menjadi kota Jamestown.
Orang Indian adalah penduduk asli benua Amerika. Kepala suku Werowocomoco bernama Powhatan, dan Pocahontas adalah anak perpempuan dari Powhatan.
Pada waktu itu, Kapten John Smith dihukum Powhatan. Pocahontas meminta pengampunan pada ayahnya bagi John Smith, dan akhirnya John Smith pun selamat. Pocahontas dan John Smith menjadi bersahabat. Akan tetapi Pocahontas tidak menikah dengan John Smith, karena orang Inggris bilang John Smith terluka dan meninggal dunia saat pulang ke Inggris.
Pocahontas akhirnya menikah dengan John Rolfe. Dengan kepandaiannya, Pocahontas memimpin perdagangan antara orang Indian dan orang Inggris. Karena Pocahontas, orang Indian dan Inggris jarang berperang pada masa itu.