Senin, 22 November 2010

HARAPAN DENGAN ADANYA TELEMATIKA SERVICE

Dengan adanya layanan telematika diharapkan kemudahan dalam pengaksesan informasi dapat menjadi lebih mudah, dengan memperbaiki konteks jaringan yang ada di Indonesia baik jaringan internet maupun jaringan telepon, dan juga perluasan jaringan GPS dalam penggunaan pencarian berbagai tempat pada layanan context aware. Kemudahan pengaksesannya pun harus diperhatikan terlebih di daerah terpencil dan di pedesaan. Sehingga para pemakai layanan telematika tercukupi kebutuhannya.

Diharapkan peningkatan pada keamanan terlebih dalam hal pengaksesan jaringan yang ada. Dikarenakan saat ini layanan keamanan pada telematika dirasa masih belum memadai. Terlebih dengan kurang adanya privasi dalam pengaksesan jaringan internet maupun telepon. Sehingga saya user merasa ruang privasinya tidak terpenuhi dalam menyimpan dan mendiskusikan hal-hal yang bersifat pribadi pada penggunaan telepon dan jaringan.

SYSTEM CONTEXT AWARE

Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan.

Karakteristik dari user, network, lingkungan itu disebut konteks. Namun informasi konteks sendiri menjadi kompleks dan heterogen sesuai jenis layanan yang akan didukung. Maka context awareness menjadi masalah yang besar dan menarik dalam pengembangan aplikasi, khususnya mobile, beberapa tahun ke depan.

Beberapa bagian yang lebih sederhana dari context awareness telah mulai dibangun. Misalnya LBS: location-based service. Misalnya, sewaktu user mencari keyword tertentu (pom bensin, kafe, ATM, dll), maka ia akan memperoleh hasil yang berbeda tergantung pada posisi user. Ini dapat mulai digabungkan dengan beberapa info dari user. Misalnya pom bensin atau kafe di dekat posisi user yang menerima pembayaran dengan ATM yang dimiliki user.

Layanan Context-Aware berupa :
- Layanan diagnostik kendaraan
- Asuransi kendaraan berdasarkan statistik mengemudi

sumber :

http://bluewarrior.wordpress.com/2009/11/28/layanan-context-aware-dan-event-base/

MANAGEMENT DATA TELEMATIKA

Pengertian Client-Server

Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

KARAKTERISTIK CLIENT-SERVER

Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas:

· Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda

· Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .

· Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.

· Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.

· Mix-and-match : tidak tergantung pada platform

· Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.

· Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan

· Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horisontal

· Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.

· Characteristics of a client

– Initiates requests

– Waits for and receives replies

– Usually connects to a small number of servers at one time

– Typically interacts directly with end-users using a graphical user interface

· Characteristics of a server

– Passive (slave)

– Waits for requests from clients

– Upon receipt of requests, processes them and then serves replies

– Usually accepts connections from a large number of clients

– Typically does not interact directly with end-users

KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER

· Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.

· Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.

· Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.

· Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit

· Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

KELEMAHAN CLIENT-SERVER

· Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload

– Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.

· Pada client-server, ada kemungkinan server fail.

– Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.


ARSITEKTUR CLIENT/SERVER

Ø Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC

Ø Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri

Ø Berbagi hardware atau software


ARSITEKTUR FILE SERVER

* Model pertama Client/Server

* Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation

* Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan

* Server bertindak sebagai file server

* File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut

* Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri

* DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server

* Aktivitas pada klien:

Ø Meminta data

Ø Meminta penguncian data

* Tanggapan dari klien :

Ø Memberikan data

* Mengunci data dan memberikan statusnya


BATASAN FILE SERVER

Ø Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan

Ø Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori

Ø Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus

Ø Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer

ARSITEKTUR DATABASE SERVER

Ø Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).

Ø Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.

Ø Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi

Ø Beban jaringan menjadi berkurang

Ø Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server

Ø Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture

APPLICATION ARCHITECTURES

* Two-tier architecture: Contoh – program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database

* Three-tier architecture: Contoh aplikasi berbasis Web


Arsitektur Three-Tier

Ø Melibatkan lapisan server yang lain selain lapisan database server

Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :

Ø Keluwesan teknologi

l Mudah untuk mengubah DBMS engine

l Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda

Ø Biaya jangka panjang yang rendah

l Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan

Ø Keunggulan kompetitif

Kemampuan untuk bereaksi thd perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi

Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam:

§ Web Statis dan Web Dinamis

Teknologi Web :

Ø Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :

1. Teknologi pada sisi klien (client-side technology)

2. Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien:

* Kontrol Active X

* Java applet

* Client-side script (JavaScript dan VBScript)

* DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :

Ø CGI

Ø FastCGI

Ø Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)

Ø Active Server Pages (ASP)

Ø Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets

Ø Server-side JavaScript

Ø PHP

sumber :

LINGKUNGAN KOMPUTASI

Komputasi dapat dijelaskan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini disebut dengan teori komputasi, yaitu suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, dan juga dikerjakan secara mental, dan terkadang dengan bantuan suatu tabel. Namun pada saat ini, umumnya komputasi dilakukan dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu.

Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.

Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut.

di bawah ini adalah beberapa lingkungan komputasi :

Lingkungan Komputasi

  • Industri Komputer
  • Sejarah dari Perhitungan
  • Komputer dan pendidikan
  • Komputer dan masyarakat
    • Kerja Kooperatif Didukung Komputer
  • Aspek hukum dari komputer
  • manajemen dari komputasi dan sistem informasi
  • personal komputer
  • Komputer dan Keamanan Informasi

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_komputer

KEBUTUHAN MIDDLEWARE

Integrasi hanya dapat terjadi jika antara berbagai mesin dan aplikasi yang berbeda-beda dapat saling bekerja sama (interoperate). Dalam hal ini, data yang disediakan oleh suatu subsistem harus dapat diakses juga oleh sistem lainnya. Dalam kasus kantor di atas, data customer sering harus dapat dibaca oleh bagiancustomer service dan akuntansi. Data hasil pengembangan perlu dapat dibaca oleh bagian manajemen. Hal ini semakin terasa ketika sistem tersebar menjadi semakin besar dan bervariasi. Di sinilah aplikasi middleware memegang peranan. Middleware adalah software yang d i rancang untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan memungki n k an aplik asi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan. Dengan bantuan middleware, data yang sama dapat digunakan oleh customer service, akuntansi, pengembangan, dan manajemen sesuai kebutuhan. Di sini middleware dapat berfungsi sebagai penerjemah informasi sehingga setiap aplikasi mendapatkan format data yang dapat mereka proses.

Pengertian Middleware adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP [1]. Middleware bisa juga disebut protokol. Protokol komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi. Software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah yaitu :

1. Software penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan juga sebagai integrator.
2. Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda.

1. Biasa dipakai saat bermigrasi.

Contoh Middleware yaitu :

1. Java’s: Remote Procedure Call.
2. Object Management Group’s: Common Object Request Broker Architecture(CORBA)
3. Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model).
4. Also .NET Remoting.

Layanan Middleware.
Menyediakan kumpulan fungsi API (Application Programming Interfaces) yang lebih tinggi daripada API yang disediakan sistem operasi dan layanan jaringan yang memungkinkan suatu aplikasi dapat :

1. Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada jaringan.
2. Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain.

1. Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa kehilangan fungsinya.

Contoh Layanan Middleware

1. Transaction Monitor
1. Produk pertama yang disebut middleware.
2. Menempati posisi antara permintaan dari program client dan database, untuk menyakinkan bahwa semua transaksi ke database terlayani dengan baik
3. Messaging Midleware
1. Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded.
2. Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke ujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat.
3. Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi

Contoh Layanan Midleware

1. Distributed Object Middleware.

Contoh : RPC, CORBA dan DCOM/COM

1. Middleware basis data

Contoh : menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi

1. Application Server Middleware

Contoh : J2EE Application Server, Oracle Application Server

Middleware di masa yang akan datang

Saat ini, hampir seluruh aplikasiterd istribusi dibangun denganmenggunakanmiddleware. Menurut IDC, sepanjang 2003, kebutuhan terhadap teknologimiddleware akan naik di berbagai segmen, termasuk juga Linux. Terlebih, Linux memiliki juga potensi untuk berkembang menjadi sistem operasi untukembedded systems. Dengan prediksi pasar embedded sytems mencapai $1.4 milliar di tahun 2006 dan laju pertumbuhan per tahun (CAGR) 18.6 persen (laporan IDC 2003), kebutuhan middleware sebagai penghubung beragam sistem akan meningkat. Masih menurut IDC, perkembangan segmen middlewareterbesar akan terjadidalam alat yang membantu system manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi permintaan akan integrasi aplikasi yang lebih baik. Linux, didukung oleh bermacam produk middleware, memberikan pilihan sistem operasi dan middleware yang stabil, dengan harga yang bersaing.



sumber : http://isachubby.wordpress.com/2009/12/09/8-middleware/

Sabtu, 13 November 2010

Rancangan Halaman Muka (Interface) Telematika




Storyboard merupakan gambaran singkat tentang isi animasi yang akan dibuat. Sebelum seorang animator mengerjakan atau membuat animasi ke dalam komputer, biasanya animator tersebut membuat storyboard terlebih dahulu. Storyboard digunakan sebagai panduan bagi para animator agar jalan cerita dalam animasi yang akan dibuat tidak menyimpang dari ide dasar yang telah direncanakan.
Storyboard disusun secara berurutan dari layer demi layer. Pada storyboard selalu digambarkan rekaan dalam tampilan akhir yang diinginkan juga dituliskan penjelasan dan spesifikasi dari tiap layer.

Jumat, 12 November 2010

Apa yang mahasiswa dapat dari Telematika

Keuntungan dari telematika bagi masyarakat antara lain dunia pemerintahan, perdagangan, kesehatan dan pendidikan, bisnis, dan industri yaitu antara lain:

- Pada bidang pemerintahan (E-government) dapat meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat secara lebih mudah.
- Pada bidang E-commerce, perekonomian nasional yang ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi internet. Sehingga Indonesia tidak ketinggalan lagi dalam booming perdagangan elektronik (E-commerce).
- Pada bidang kesehatan (E-medicine) dan bidang pendidikan (E-learning) yaitu secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas tentang informasi kesehatan dan pendidikan.
- Pada bisnis (E-business) yaitu secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam versifikasi kebutuhan.
- Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
- Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan.


sumber: http://www.redzcarpet.co.cc/2010/10/telematika-dalam-berbagai-bidang.html
http://sulimah-mhiyu.blogspot.com/2010/10/telematika.html